https://ejournal-jayabaya.id/Alternatif/issue/feedJurnal Alternatif - Jurnal Ilmu Hubungan Internasional2025-12-21T09:02:54+00:00Laila Indriyanti Fitria, S.Sos.M.Silindriyantif@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Alternatif</strong> adalah Jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh jurnal yang diterbitkan Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jayabaya, DKI Jakarta, Indonesia.</p> <p>Jurnal ini <span style="color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: 'Noto Sans', -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: justify; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; background-color: #ffffff; text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; display: inline !important; float: none;">menyediakan </span>ruang atau wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berinteraksi dan menyajikan artikel hasil penelitian. Setiap manuskrip yang dikirimkan akan ditinjau oleh <em>reviewer</em> atau peninjau. Proses <em>review</em> dilakukan dengan <em>double-blind review</em>, dimana <em>reviewer</em> tidak mengetahui identitas penulis, dan begitupun sebaliknya, penulis tidak mengetahui identitas <em>reviewer. <br /></em></p> <p>Artikel-artikel hasil penelitian pada jurnal ini bersifat <em>open access </em>(akses terbuka). Dengan demikian, seluruh artikel dapat diakses oleh siapapun dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan berdasarkan kode etik.</p>https://ejournal-jayabaya.id/Alternatif/article/view/382Kebijakan Pemerintah Terhadap Judi Online Di Asia Tenggara: Studi Perbandingan Indonesia, Malaysia, Dan Kamboja2025-12-21T08:57:56+00:00Nandita Anggraini6670230077@untirta.ac.idElly NurliaEllynurlia@untirta.ac.idMuhamad Faqih Riyadul Azis6670230080@untirta.ac.idDiyana Anis Asharika6670230075@untirta.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital di Asia Tenggara membawa dampak cukup besar terhadap perubahan sosial dan ekonomi, termasuk meningkatnya praktik perjudian online lintas negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kebijakan pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Kamboja dalam menangani fenomena judi online yang semakin marak di era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis deskriptif. Penelitian ini menelaah regulasi, implementasi kebijakan, serta tantangan sosial-politik yang dihadapi masing-masing negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan kebijakan represif melalui pemblokiran situs dan penerapan UU ITE, namun masih menghadapi kendala dalam penegakan hukum lintas batas. Kamboja mengalami perubahan kebijakan dari legalisasi menuju pelarangan total akibat dampak sosial dan kriminalitas yang meningkat, tetapi pelaksanaannya terhambat oleh lemahnya kapasitas institusional dan praktik korupsi. Sementara itu, Malaysia menghadapi kekosongan hukum karena masih menggunakan regulasi konvensional dari era pra-digital, sehingga efektivitas penegakan hukumnya terbatas. Temuan ini menegaskan bahwa penanganan judi online memerlukan pembaruan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta penguatan kerja sama regional di bawah kerangka ASEAN agar kebijakan di kawasan Asia Tenggara menjadi lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Alternatif - Jurnal Ilmu Hubungan Internasionalhttps://ejournal-jayabaya.id/Alternatif/article/view/383Analisis Kerja Sama Bilateral Indonesia-Malaysia dalam Keamanan Maritim Selat Malaka: Studi Kasus Penanggulangan Penyelundupan Narkoba di Perairan Aceh Pada 27 Juni 20202025-12-21T09:02:54+00:00Farizky Pramudia Haq2310412040@mahasiswa.upnvj.ac.idDrafti Khansa Handayani2310412004@mahasiswa.upnvj.ac.idAgha Pradipta2310412008@mahasiswa.upnvj.ac.id<p>Selat Malaka adalah <em>choke point</em> strategis bagi perdagangan global yang rentan terhadap ancaman penyelundupan narkotika dari kawasan <em>Golden Triangle</em>. Penelitian ini menganalisis efektivitas kerjasama bilateral Indonesia-Malaysia dalam keamanan maritim, dengan studi kasus penggagalan penyelundupan 37 kilogram Sabu di perairan Aceh pada 27 Juni 2020. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian menemukan bahwa keberhasilan penanggulangan ancaman ini terbentuk melalui sinergi tiga mekanisme utama; <em>Joint Commission for Bilateral Cooperation</em> (JCBC) sebagai payung diplomatik yang memberikan arah kebijakan strategis, <em>General Border Committee</em> (GBC) Malindo sebagai forum teknis pertahanan yang mengoordinasikan intelijen dan perencanaan, serta Patroli Terkoordinasi (Patkor Malindo) sebagai pelaksana operasional di lapangan. Analisis kasus membuktikan bahwa implementasi <em>Intelligence Led Operation</em> melalui pertukaran data <em>real-time</em> mengenai deskripsi kapal, koordinat, dan estimasi waktu kedatangan (ETA) antar kedua angkatan laut mampu meningkatkan presisi penindakan dan meminimalisir kejahatan lintas batas secara efektif.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Alternatif - Jurnal Ilmu Hubungan Internasionalhttps://ejournal-jayabaya.id/Alternatif/article/view/239Pemanfaatan IA-CEPA dalam Mendorong Ekspor Barang Industri Manufaktur Indonesia ke Australia2025-06-25T12:31:54+00:00Febriyanti Pujiatifebri180704@gmail.com<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Abstrak Penelitian ini mengkaji pemanfaatan </span><span style="vertical-align: inherit;">perjanjian Perjanjian Kemitraan </span></span><br><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Ekonomi Komprehensif Indonesia–Australia (IA-CEPA) dalam mendorong ekspor barang industri manufaktur Indonesia </span><span style="vertical-align: inherit;">ke Australia. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan studi kepustakaan, penelitian ini </span><span style="vertical-align: inherit;">menganalisis bagaimana pelaku industri nasional menanggapi peluang perdagangan yang ditawarkan. </span><span style="vertical-align: inherit;">Meskipun sebagian besar tarif produk Indonesia telah dihapuskan, tingkat pemanfaatannya masih </span><span style="vertical-align: inherit;">rendah. Temuan menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi keterbatasan pemahaman terhadap </span><span style="vertical-align: inherit;">aturan asal barang (rules of origin), minimnya akses informasi perdagangan, serta tantangan </span><span style="vertical-align: inherit;">kesiapan produksi dan hambatan non-tarif. Penelitian menyimpulkan bahwa IA-CEPA lebih </span><span style="vertical-align: inherit;">berfungsi sebagai kerangka strategi jangka panjang daripada mendorong langsung peningkatan </span><span style="vertical-align: inherit;">ekspor, dan merekomendasikan penguatan koordinasi kelembagaan, digitalisasi informasi, serta </span><span style="vertical-align: inherit;">pengembangan kapasitas industri untuk memaksimalkan manfaat perjanjian.</span></span><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br></p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Alternatif - Jurnal Ilmu Hubungan Internasionalhttps://ejournal-jayabaya.id/Alternatif/article/view/319Di Balik Tembok Tarif Implikasi Kebijakan 19% terhadap Posisi Strategis Indonesia di Asean2025-07-22T14:59:30+00:00Audila Laliasaaudilacanss@gmail.com<p style="margin: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;">Indonesia menempati posisi unik di kawasan ASEAN dengan tarif impor rata-rata sebesar 7,5% (World Bank, 2023), bahkan lebih rendah dari Vietnam (9,6%) dan Thailand (10,1%). Kebijakan tarif moderat ini dinilai sebagai instrumen strategis yang memperkuat daya tarik Indonesia dalam rantai pasok regional dan memperbesar posisinya sebagai hub logistik dan manufaktur di Asia Tenggara. Penelitian ini mengkaji secara kritis bagaimana tarif 19% yang diberlakukan pada komoditas tertentu tidak mengubah status Indonesia sebagai negara dengan struktur tarif terendah di Kawasan.</p> <p style="margin: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"> </p> <p style="margin: 0cm; text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>Kata kunci</strong> : Kekuatan ekonomi, tarif impor, ASEAN.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Alternatif - Jurnal Ilmu Hubungan Internasionalhttps://ejournal-jayabaya.id/Alternatif/article/view/359Analisis Perubahan Kebijakan Luar Negeri Brasil Era Bolsonaro-Lula Da Silva2025-12-04T15:13:03+00:00Qiara Ayyunda2410412191@mahasiswa.upnvj.ac.idLaila Syakira2410412175@mahasiswa.upnvj.ac.id<div> <p><strong><em>This research aims to analyze the changes in Brazil’s foreign policy toward multilateral cooperation from the administration of Jair Bolsonaro (2019–2022) to that of Lula da Silva (2023–2025) using the Comparative Foreign Policy (CFP) approach. This period demonstrates a fundamental shift in Brazil’s diplomatic orientation, from a nationalist approach skeptical of multilateralism toward a more inclusive, progressive, and cooperation-driven global policy. Under Bolsonaro, foreign policy experienced a decline in international engagement, marked by Brazil’s withdrawal from several regional forums such as UNASUR and CELAC, as well as weakened commitments to environmental and human rights issues. Conversely, during Lula da Silva’s administration, Brazil reaffirmed its leadership on the international stage through the reactivation of multilateral platforms such as CELAC and BRICS, the strengthening of its role in the G20, and renewed commitments to sustainable development and social justice. The findings indicate that ideological factors, political leadership, and domestic dynamics strongly influence the changes in Brazil’s diplomatic behavior. Lula restored the country’s image as an active and constructive global actor, while policy continuity in areas such as OECD accession reflects strategic consistency amid political shifts. These findings underscore that international reputation and diplomatic legitimacy cannot be separated from domestic policy coherence, particularly in the areas of environmental governance and state administration. This study contributes to strengthening theoretical understanding of the relationship between regime change, political ideology, and multilateral behavior within contemporary foreign policy studies.</em></strong></p> </div> <div> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><span class="apple-converted-space"><strong><em> </em></strong></span><em>Brazil, Multilateralism, Comparative Foreign Policy, Foreign Policy.</em></p> </div>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Alternatif - Jurnal Ilmu Hubungan Internasionalhttps://ejournal-jayabaya.id/Alternatif/article/view/271Menghadapi Cyberwarfare: Strategi Perdana Menteri Anthony Albanese Untuk Melindungi Infrastruktur Digital Australia2025-07-03T17:02:05+00:00Muhammad Zahrofi Adifkiamuhamadzadifkia@gmail.com<p>Cyberwarfare merupakan salah satu tantangan keamanan yang paling signifikan di era digital saat ini. Negara-negara seperti Australia yang sangat bergantung pada teknologi digital untuk infrastruktur kritikalnya, menghadapi risiko besar terhadap serangan cyber. Artikel ini membahas ancaman cyber warfare terhadap Australia, mengidentifikasi infrastruktur kritikal yang rentan, dan strategi-strategi yang diambil Anthony untuk menguatkan pertahanan digital. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif yang mengandalkan analisis dokumen dan studi literatur, membahas fenomena tersebut dengan menggunakan teori Strategi Keamanan Nasional sebagai kerangka berpikir utama.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Alternatif - Jurnal Ilmu Hubungan Internasional