Transformasi Digital Pemerintahan Daerah: Dari E-Government menuju Invisible Bureaucracy

Authors

  • Eka Wahyu Hidayat FISIP Universitas Jayabaya

Keywords:

Transformasi digital; e-government; invisible bureaucracy; pemerintahan daerah

Abstract

Digitalisasi pemerintahan daerah di Indonesia sudah bergerak jauh dari sekadar layanan berbasis situs web, menuju penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang terintegrasi. Namun demikian, praktik e-government di banyak daerah pada umumnya masih terhenti pada digitalisasi prosedur administratif dan belum benar-benar bergerak ke arah birokrasi yang bekerja secara proaktif, otomatis, dan minim campur tangan manusia, kondisi yang dalam literatur terbaru mulai disebut sebagai invisible bureaucracy. Artikel ini adalah kajian konseptual yang mencoba memetakan pergeseran paradigma dari e-government konvensional menuju invisible bureaucracy dalam konteks pemerintahan daerah, sekaligus mengidentifikasi prasyarat kelembagaan yang dibutuhkan untuk mencapainya. Berdasarkan sintesis literatur atas model evolusi pemerintahan digital, studi implementasi SPBE di berbagai daerah, dan laporan kebijakan mengenai birokrasi tak kasatmata, kajian ini menemukan bahwa transisi tersebut menuntut perubahan pada empat aspek yang berjalan beriringan: interoperabilitas data lintas instansi, kapasitas sumber daya manusia aparatur, kerangka regulasi yang adaptif, serta orientasi layanan yang berpusat pada peristiwa hidup warga, bukan sekadar prosedur birokrasi.

Downloads

Published

2026-06-03

How to Cite

Hidayat, E. W. (2026). Transformasi Digital Pemerintahan Daerah: Dari E-Government menuju Invisible Bureaucracy. Jurnal Studi Interdisipliner Perspektif, 25(2), 113–119. Retrieved from https://ejournal-jayabaya.id/Perspektif/article/view/429